06Des/18

Pondok Sedekah Indonesia Lakukan Aksi untuk Bela Rohingya bersama KNSR

PONDOKSEDEKAH.ID (JAKARTA) – September 2018 Tim Pencari Fakta PBB sudah melaporkan hasil temuan soal konflik kemanusiaan di Rohingya pada sidang Dewan HAM PBB dan laporan sudah diterima.







Aksi yang harusnya dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2018 bertepatan dengan hari HAM Internasional akan diadakan Sidang Majelis Umum PBB yang akan menentukan lahirnya Resolusi PBB bahwa telah terjadi pelanggaran HAM oleh pemerintah dan militer atas etnis Rohingya.

Untuk itu, sebagai gebrakan awal Paham Bekasi, Banten dan Jakarta mengikuti aksi yang bekerjasama dengan Komite Nasional untuk Solidaritas Rohingya (KNSR) pada Rabu (5/12/2018) di depan Kedubes Myanmar, Menteng, Jakarta Pusat.

Pondok Sedekah Indonesia yang juga sebagai Lembaga Kemanusiaan Nasional berstatus juga sebagai Humas dari Komite
Nasional Solidaritas Rohingya.

Pada kesempatan itu pula Direktur Pondok Sedekah Indonesia memberikan orasinya mengajak pada Bangsa Indonesia untuk tetap dan terus peduli kepada saudara kita di Rohingya dan mengajak pemerintah Indonesia pro-aktif atas kekejaman kemanusiaan yang dilakukan oleh rezim Myanmar.

Hingga saat ini kondisi pengungsi Myanmar masih dilanda kesulitan dan berada di pengungsian Bangladesh, entah sampai kapan harus mengungsi?

Sementara kondisi kampung halaman yang berada di Rakhine (Rohingya) mereka sudah tidak dianggap sebagai warga nemara dari Myanmar itu sendiri.

Butuh kerjasama antar negara, untuk bisa menyelesaikan permasalahan etnis Rohingya yang didera kejahatan kemanusiaan yang tak kunjung henti.

Semoga kita terus bisa berbuat untuk mereka, melakukan aksi terbaik untuk kemanusiaan dengan membantu siapa saja, baik di Indonesia maupun di dunia internasional.

Facebook : Pondok Sedekah Indonesia
Instagram : @pondoksedekah

www.pondoksedekah.id
Let’s Share Humanity

Berita Terkait

06Des/18

Amazing Santri 2, Yuk Bahagiakan Santri dan Yatim Dhuafa di Liburan Sekolah

PONDOKSEDEKAH.ID – AMAZING SANTRI BATCH 2

Pernahkah kita bertanya kepada anak-anak yatim dan dhuafa apa yang dilakukan saat masa liburan sekolah?

Coba sejenak kita bayangkan apakah ada yang bersama mereka untuk melupakan masalah hidupnya mengajak bertamasya dan membahagiakan di tempat wisata?

Alhamdulillah kita tidak merasakan susah, sedih dan kesulitan dan bisa liburan bahkan di tiap akhir pekan. Tapi belum tentu dengan mereka.

Sebuah program dari Pondok Sedekah Indonesia untuk mengajak Bapak, Ibu Donatur dan Sahabat Pondok Sedekah Indonesia yang ingin berdonasi dalam program Amazing Santri Batch 2.

Untuk bersama mengajak mereka Santri dan anak-anak yatim dhuafa Penghafal Al-Qur’an bertamasya sambil mentadabburi Al-Quran di Ibu kota Jakarta.

Tanggal 12 Desember 2018
Pukul 03.00 – 18.00 WIB
Tempat : Monas & TMII

Beberapa tahun lalu pernah diselenggarakan event Amazing santri juga dengan agenda jelajah tiga pulau sambil menghafal Al-Qur’an.

Amazing Santri 1



Amazing santri 1



Amazing Santri 1



Ayo kembali berbagi dan bahagiakan mereka, semoga Allah memberkahi dan memudahkan kita menjadi bagian dari orang-orang yang peduli terhadap mereka yang Rasulullah cintai.

Donasi bisa disalurkan melalui Bank Syariah Mandiri 78-888-33-239 an Yys Pondok Sedekah – Infaq Sedekah.

Kode Transfer 300 Ex Rp 1.000.300.
Konfirmasi dan Informasi ke 08111-566-123 / 0877-8000-7848

Facebook : Pondok Sedekah Indonesia
Instagram : @pondoksedekah

www.pondoksedekah.id
Let’s Share Humanity

Berita Terkait

23Nov/18

Perahu Pak Usman Hancur Diterjang Tsunami Palu, Bantu Pak Usman Dapatkan Perahu Baru

Mulai dari perahu, bantu Pak Usman dan para nelayan Desa Lende Tovea menafkahi keluarga dan menata hidupnya kembali…

Perahu Pak Usman Hancur Diterjang Tsunami Palu

Gempa yang mengguncang Palu, Donggala dan Sigi sudah terjadi hampir satu bulan lamanya. Kondisi mereka saat ini masih menyedihkan; rumah mereka hancur, harta benda dan perahu pun terbawa air tsunami entah kemana, bahkan yang lebih menyedihkan ada pula anak dan keluarga mereka yang hilang dan belum bertemu hingga hari ini.

Kondisi mereka tak bisa langsung membaik, saat ini bahkan mereka tidak memiliki penghasilan tetap untuk kembali menata hidupnya, memberi nafkah untuk keluarga atau menyekolahkan anak-anaknya untuk meraih masa depan.

Desa Lende Tovea yang hancur di terjang tsunami



Kami dari Pondok Sedekah Indonesia hadir di Dusun Tiga Labuana, Sebuah tempat di Desa bernama Lende Tovea, Kecamatan Sirenja.

Satu bulan yang lalu gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter menimbulkan Tsunami yang akhirnya meluluh lantakkan 30 lebih rumah dan perahu nelayan Pantai Barat, Sirenja yang kami assesment dilokasi tersebut.

Dusun tiga Labuana adalah sebuah dusun di Desa Lende Tovea dengan jumlah warga 96 KK, kebanyakan bermata pencaharian nelayan dan separuhnya lagi berkebun.

Mereka yang berprofesi sebagai nelayan akan berlayar ke laut petang hari dan kembali lagi pada pagi buta dengan membawa tangkapan ikan hasil kerja malam itu.

Namun kini, para nelayan tidak bisa lagi melaut lantaran perahu-perahu mereka rusak diterjang tsunami.

Perahu-perahu yang rusak dan tak dapat digunakan lagi



Pak Usman merupakan salah satu korban dari bencana gempa dan Tsunami Donggala – Palu kemarin.

Rumahnya telah hancur, dan saat ini hanya meninggalkan puing-puing bangunan sejarah hidup Pak Usman dan keluarganya.

Desa yang luluh lantak di terjang tsunami pasca gempa 7,4 SR



Ketika terjadi gempa Pak Usman beserta keluarga dan para tetangga yang lain berlari menuju gunung untuk menyelamatkan diri. Beberapa waktu kemudian tsunami datang dan menerjang Pantai Barat Labuana yang mengakibatkan semua harta benda hingga perahu yang digunakan sebagai alat mencari penghidupan hilang, beberapa rusak parah dan ada pula yang hancur menjadi puing-puing bahkan.

Pak Usman dan keluarga kini tinggal di barak pengungsian bersama dengan tetangga yang lain untuk kembali membangun tempat bertahan demi menetap sementara waktu.

Pak Usman masih merasakan trauma mendalam dengan kejadian lalu, melihat bangunan rumahnya yang dulu pun dia tak sanggup; hanya meneteskan air mata duka dan rasa sedih di hati saat bercerita tentang kondisinya kini.

Pak Usman yang menjelaskan kepada kami kondisi desanya yang hancur.



Dari Dusun Tiga Labuana kita mendapatkan kabar tersebut, sebuah Dusun di Desa bernama Lende Tovea yang menjadi salah satu titik dari puluhan desa yang kami salurkan bantuan Logistik, bantuan kesehatan dan berbagai aksi kemanusiaan lainnya pasca gempa 7,4 dan 7,7 Skala Richter mengguncang Palu, Sigi dan Donggala, -Sulawesi Tengah-.

Ayo berikan bantuan berupa perahu untuk Pak Usman dan nelayan Desa Lende Tovea lainnya agar mereka dapat kembali melaut dan bisa menata hidup serta menafkahi keluarganya kembali.

Semoga mereka segera dapat tersenyum dan bersemangat menatap hidup dihari esok.

Donasikan sebagian dari rizki terbaik kita untuk Nelayan Palu di Desa Lende Tovea.

Atau donasi langsung ke Bank Syariah Mandiri 78-888-33-247 an Yys Pondok Sedekah-Kemanusiaan
Kode Transfer 507 Ex Rp 1.000.507

Konfirmasi dan Informasi ke 08111-566-123 / 0877-8000-7848

www.pondoksedekah.id
#DisasterManagementProgram

#prayfordonggala
#prayforpalu
#PrayForSulawesi

Berita Terkait

09Nov/18

Indonesia Memasuki Masa Musim Penghujan

Indonesia memasuki masa musim penghujan

PONDOKSEDEKAH.ID – Efek dari masa musim penghujan bagi daerah yang tidak bisa menahan debit air adalah banjir.

Sudah saatnya kita bersiap untuk menyambut datangnya musim penghujan, mulai dari membuat lubang biopori, membersihkan got, menjaga kebersihan lingkungan dan daerah aliran air disekitar lingkungan kita.

Banjir Tasikmalaya



Banjir Mandailing Natal



Beberapa daerah bahkan sudah banyak yang terkena dampak banjir seperti Mandailing Natal, Padang dan Bekasi, bahkan seperti Tasikmalaya, Jawa Barat sampai terkena dampak banjir bandang dan dua orang dikabarkan meninggal dunia.

Untuk itu kita harus berhati-hati dan bersiap siaga dalam menghadapi apa pun yang terjadi nantinya.

Tetap semangat dan selamat beraktivitas. Selalu siap siaga dan berhati-hati semua.

Source : Tribunnews, @bnpb_indonesia

Bantu mereka yang terdampak banjir dengan berdonasi ke:
Bank Syariah Mandiri 78-888-33-247 an Yys Pondok Sedekah-Kemanusiaan
Kode Transfer 555 ex Rp 1.000.555,-

Konfirmasi dan Informasi ke 08111-566-123/0877-8000-7848

www.pondoksedekah.id
#DisasterManagementProgram

Berita Terkait

02Okt/18

Korban Gempa Donggala dan Tsunami Palu Mencapai 1.234 Jiwa

PONDOKSEDEKAH.ID – 1234 Jiwa tercatat sudah jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa bencana alam Gempa Bumi dan Tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah.

Korban ini dimungkinkan akan terus bertambah melihat kondisi pasca gempa di Donggala dan Tsunami Palu begitu luar biasa dari efek gempa sebesar 7,7 Skala Richter dan terdapat 103 titik gempa di kota Palu.

Terdapat 48.025 yang harus mengungsikan diri demi mendapatkan keselamatan.

Besarnya jumlah pengungsi dikarenakan kondisi bencana yang titiknya berada di darat, guncangan begitu terasa dan bahkan kemarin pun gempa susulan mencapai 254 kali sudah mengguncang Donggala dan Palu.

Data tersebut belum termasuk dengan 799 orang yang dalam kondisi luka-luka dan 99 orang yang hilang belum ditemukan. Tak hanya itu sejumlah 65.733 rumah saat ini dalam kondisi rusak parah dan tak bisa digunakan tentunya.

Dan di daerah Petobo dan Balaroa bahkan belum bisa diperkirakan jumlah korban meninggal dunia, hal ini karena kondisi tempat pemukiman warga yang amblas ke dalam tanah, astaghfirullah hal’adzhim…

Kondisi tanah pemukiman Balaroa yang amblas hingga 5 meter, diduga masih ada ribuan orang masih tertimbun di dalamnya.





Ayo terus berdo’a untuk saudara kita di Donggala dan Palu, membayangkannya saja sudah sangat begitu menakutkan apalagi mengalaminya.

Begitu banyak saudara kita di pengungsian, ada 48 Ribu orang saudara kita yang masih sangat membutuhkan kita, ayo bantu dan berikan pertolongan untuk mereka.

Salurkan donasi Bapak, Ibu dan Sahabat sekalian ke :
Bank Syariah Mandiri 7033-952-672 an.Yayasan Pesantren Entrepreneur
Kode Transfer 507 Ex Rp 1.000.507

Info dan konfirmasi :
0811-1566-123
0877-8000-7848

www.pondoksedekah.id
#DisasterManagementProgram

Berita Terkait