PONDOKSEDEKAH.ID – Rudal dan Mortir dijatuhkan ke kami seperti hujan. Tak ada tempat untuk bersembunyi di Ghouta Timur ini … kami tak bisa lepas dari mimpi buruk.” Warga Ghouta, Firas Abdullah.

Inilah kondisi Ghouta saat ini, tak ada tempat yang paling buruk dimuka bumi ini kecuali disana. Seorang dokter yang bertugas disana berujar: “ Hari ini, kami menjalani hari-hari terburuk dalam hidup kami di Al-Ghautah,” beliau adalah dr. Amani Balour ia menggambarkan kondisi Ghouta Timur Rabu lalu.

Di Lansir pula oleh The Guardian bahwa, “Jika pembantaian yang terjadi pada tahun 1990-an adalah di Srebrenica, dan pembantaian tahun 1080-an di Halabja, Sabra dan Shatila, maka Ghouta timur adalah pembantaian terbesar yang terjadi abad ini. Ujar dokter lainnya yang bertugas di Ghouta.

Beliau telah lima tahun bertugas di sana, namun gempuran yang terjadi beberapa hari ini adalah yang terburuk terjadi di Ghautah.

Bom berhulu ledak tinggi dijatuhkan tanpa jeda bagai hujan, badan HAM PBB mencatat bahwa 403 orang telah meninggal dunia dalam waktu hanya tiga hari belakangan ini.

Berbagai jenis bom yang turun ke bumi ghouta adalah senjata terlarang secara hukum internasional yang dijatuhkan oleh pihak rejim bassar seperti bom kimia klorin, bom baril, vakum dan marble. Sudah lebih dari 46 kali Ghouta diserang, dan serangan paling parah terjadi pada 21 Agustus 2013 lalu tercatat 1.400 orang meninggal dunia.

Dan pada 2014 krisis terjadi, karena ketiadaan pangan dan obat-obatan hingga puncaknya terjadi pada 2017 tercatat 300 orang meninggal dunia di sana.

Komisioner Tinggi HAM PBB Zeid Ra’ad al-Hussein mengatakan bahwa apa yang terjadi di Ghoutah adalah : “Kampanye Pemusnahan Paling Mengerikan”.

403 orang meninggal dunia hanya dalam waktu beberapa hari akibat hujan Bom yang terjadi disana, lebih dari 750 orang harus segera diungsikan dari Ghouta akibat minimnya tempat, alat dan obat-obatan untuk menyembuhkan mereka dalam kondisi darurat.

Hampir semua anak-anak telah berlindung di bunker bawah tanah untuk melindungi diri mereka dari hujan mortar dan semua bom kimia yang menghujani mereka.

Mereka kekurangan obat-obatan, bahan makan dan minuman serta energi, disebutkan bahwa harga roti naik menjadi 22 kali lipat dari harga normal disana. Harga roti di sana mencapai 1.800 Syiria Ponds dan atau sebesar 16,5 Turkey Lira atau senilai Rp 59.500. Harga yang sangat luar biasa dan pasti terjadi di daerah yang tengah berkecamuk peperangan.

Bagaimana dengan bahan-bahan yang lain? Tentu mengikuti jejak roti pula, tercatat bahwa harga segelas susu seharga 9 Turkey Lira, Harga Beras pun mencapai 25 Turkey Lira.

Mereka semua membutuhkan bantuan kita, apa pun yang kita bisa berikan maka berikanlah sebaik dan seikhlas yang kita mampu untuk kehidupan 400.000 warga sipil di sana yang saat ini tengah terkepung dalam penyerangan paling menakutkan.

Mari Selamatkan Nyawa Mereka…
Hubungi kami di:
SMS & WA : 0877-8000-4878
Telephone : 021-296-20-545

Untuk Donasi Peduli Ghouta, Syiria silahkan “TRANSFER” via :
Mandiri Syariah 7033 952 672 an Yayasan Pesantren Entrepreneur Indonesia Qq Pondok Sedekah
Kode Transfer : 505 ex (Rp 1.000.505) Konfirmasi di : 0877-8000-4878

Office : Rukan Emerald Blok UF 08 Summarecon Bekasi
Fanspage : Pondok Sedekah (@pondoksedekah.id)
Instagram : @pondok_sedekah
Youtube Channel : pondok sedekah
www.pondoksedekah.id

Pondok Sedekah Lembaga Kemanusiaan
Disaster Management Program

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *