PONDOKSEDEKAH – Lagi dan lagi, permasalahan kemanusiaan kembali menimpa saudara kita yang ada di Rakhine, Myanmar.

Menurut kantor berita AFP – Seorang lelaki bernama Mohammad Zafar menjelaskan, bahwa ia menyaksikan kedua anaknya tewas di tengah lapangan ditembak oleh polisi Myanmar. Kejadian tersebut terjadi di lapangan terbuka. Ujar Zafar, lelaki berumur 70 tahun yang telah tidak bisa mendengar tersebut.

“Mereka menembak terlalu dekat, sehingga membuat saya tak bisa mendengar apa pun.” Ungkap lelaki yang telah berumur tersebut.

Warga lain terdapat banyak yang mengungsi kesebuah kampung di dekat Ghumdum mengatakan akan dibunuh jika kembali ke kampungnya. “Tolong selamatkan kami. Kami ingin tinggal di sini atau kami dibunuh.” Katanya pada kantor berita Reuters.

Namun dikutip dari BBC.com, sekitar 4.000 orang yang bukan beragama Islam telah di evakuasi dari Rakhine agar tidak terjebak dalam kekerasan.

Saat ini PBB telah menyelidiki tentang operasi militer yang dilakukan oleh militer Myanmar tersebut, operasi militer ini hanya dilakukan pada penduduk yang tidak dianggap oleh negara yang mayoritas Buddha tersebut.

Sejak operasi militer dijalankan oleh Myanmar, ternyata lebih dari 60.000 orang mengungsi ke Bangladesh, dan lebih dari 1.000 orang meninggal dunia di Rohingya.

Mari bantu mereka, donasikan sebagian rizki yang kita miliki untuk meringankan masalah yang mereka hadapi.
——————————————————————————————————————
Bantu Saudara Muslim Rohingya, Salurkan donasi sahabat sekalian melalui Pondok Sedekah Lembaga Kemanusiaan.

Lebih mudah dengan “LAYANAN JEMPUT DONASI ROHINGYA.” Sila hubungi :
SMS & WA : 081212 – 042425
Telephone : 021 – 296 20 545

Atau “TRANSFER” di :
Mandiri Syariah 7033 952 672 an Yayasan Pesantren Entrepreneur Indonesia Qq Pondok Sedekah
Kode Transfer : 501 ex (Rp 1.000.501)

Fanspage : Pondok Sedekah (@pondoksedekah.id)
Instagram : @pondok_sedekah
www.pondoksedekah.org
World Humanity Response

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *