PONDOKSEDEKAH.ORG – Jika ditanya menafkahi kedua orangtua sedekah atau kewajiban itu tergantung kondisi. Apakah di saat itu orangtua kita sudah meninggal atau belum? Jika sudah meninggal maka amalan kita menjadi sedekah bagi orangtua. Namun, bila orangtua masih hidup maka itu menjadi kewajiban kita untuk menafkahi mereka.

Dan Kami wasiatkan (perintahkan) kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. (Q.S: Al-Ahqaf: 15)

Dalam ayat lain juga disebutkan, “Dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadaNya semata-mata, dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapak…”. (Q.S: Al-Isra’: 23)

Dalam hadist Rasulullah SAW, Seseorang datang menghadap Rasulullah SAW dan bertanya: “Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik?”. Rasulullah SAW menjawab: “Ibumu”. Dia bertanya lagi: “Kemudian siapa?”. Rasulullah SAW menjawab: “Kemudian ibumu”. Dia bertanya lagi: “Kemudian siapa?” Rasulullah SAW menjawab: “Kemudian ibumu”. Dia bertanya lagi: “Kemudian siapa?” Rasulullah SAW menjawab lagi: “Kemudian ayahmu”. (HR. Muslim)

Dalam hadits lain, Seseorang datang menghadap Nabi SAW., memohon izin untuk ikut berperang. Nabi SAW., bertanya: “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Orang itu menjawab: “Ya”. Nabi SAW., bersabda: “Maka kepada keduanyalah kamu berperang (dengan berbakti kepada mereka). (HR. Muslim)

Membahagiakan kedua orangtua termasuk salah satu yang wajib dilakukan oleh seorang anak, baik itu sebelum menikah hingga setelah menikah. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membahagiakan orangtua, salah satunya dengan memberikan uang bulanan pada mereka.

Mungkin tidak semua orangtua mau menerima uang dari anaknya karena kondisi ekonomi yang berkecukupan. Namun, hal ini tidak berlaku bagi orangtua yang sudah tidak punya penghasilan lagi. Maka atas tersebut kedua orangtua layak untuk dinafkahi.

Ada dua syarat kewajiban anak dalam memberi nafkah kepada kedua orang tuanya:

Pertama, bila kedua orang tuanya termasuk kategori fakir miskin. Kedua, Jika sianak memiliki kelapangan rejeki dan berkemampuan dalam memberikan nafkah tersebut.

Jadi, ketika seorang anak memiliki kemampuan finansial yang memadai dan orang tuanya termasuk ketegori fakir msikin, maka dia wajib memberikan nafkah kepada kedua orang tuanya, atau dengan kata lain nafkah yang diberikan kepada orangtuanya adalah sebuah kewajiban. Adapun Yang wajib memberikan nafkah mertua adalah anak-anak mereka. Kecuali bila tidak ada lagi anaknya selain isteri kita, dan isteri kita menjadih tanggung jawab kita secara lahir batin maka kita wajib menafkahinya.

Setelah Meninggal

Bila kedua orangtua kita sudah meninggal dunia maka kewajiban kita dalam berbakti kepada keduanya tetap ada seperti mendoakan keduanya, bersedekah atas nama keduanya dan menjalin hubungan kepada kerabat dan sahabatnya, terutama yang hampir dan sudah putus.

Diantara ciri anak yang shalih adalah dia suka mendoakan orang tuanya, sebagaimana disebutkan dalam hadits tentang hal-hal yang dapat bermanfaat bagi orang sudah wafat, diantaranya:

“… atau anak shalih yang senantiasa mendoakannya”. (HR. Muslim).

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim).

Oleh karena itu sudah sewajarnya sebagai anak sholeh selain mendoakan juga melakukan sedekah atas nama orangtua yang sudah meninggal.

Bahwasanya ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Sesungguhnya ibuku meninggal dunia secara tiba-tiba (dan tidak memberikan wasiat), dan aku mengira jika ia bisa berbicara maka ia akan bersedekah, maka apakah ia memperoleh pahala jika aku bersedekah atas namanya (dan aku pun mendapatkan pahala)? Beliau menjawab, “Ya, (maka bersedekahlah untuknya).” (Hr. An Nasa’i).

Dari Ibnu ‘Abbas Ra :

“Bahwasanya Sa’ad bin ‘Ubadah –saudara Bani Sa’idah– ditinggal mati oleh ibunya, sedangkan ia tidak berada bersamanya, maka ia bertanya, “Wahai Rasûlullâh! Sesungguhnya ibuku meninggal dunia, dan aku sedang tidak bersamanya. Apakah bermanfaat baginya apabila aku menyedekahkan sesuatu atas namanya?” Beliau menjawab, “Ya.” Dia berkata, “Sesungguhnya aku menjadikan engkau saksi bahwa kebun(ku) yang berbuah itu menjadi sedekah atas nama ibuku.”(HR. Bukhori)

Imam asy-Syaukani berkata mengenai sedekah untuk orang meninggal, “Hadits-hadits
ini menunjukkan bahwa sedekah dari anak itu bisa sampai kepada kedua orang tuanya setelah kematian keduanya meski tanpa adanya wasiat dari keduanya, pahalanya pun bisa sampai kepada kedua-nya.
__________________________________________________________________________________
Bagi Bapak – Ibu dan Sahabat Peduli yang ingin yang ingin berdonasi bisa hubungi :

SMS & WA : 08111-566-123
Telephone : 021–296-20-545

Atau transfer via:

Mandiri Syariah 7033 952 672 an Yayasan Pesantren Entrepreneur Indonesia Qq Pondok Sedekah
Kode Transfer : 101 ex (Rp 1.000.101)

Fanspage : Pondok Sedekah (@pondoksedekah.id)
Instagram : @pondoksedekah
Youtube : Pondok Sedekah

www.pondoksedekah.org
Let’s Share Humanity

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *