Pondok Sedekah – Setiap waktu yang kita jalani adalah bagian dari proses menuju penghabisan kehidupan kita di dunia.

Kita semua tahu dan meyakini bahwa setiap kita akan mati dan menemukan ajal yang tengah menanti di gerbang kematian setiap manusia.

Apa yang kita lakukan saat ini adalah bagian dari proses menuju penuaian amal yang kita tengah tanam di dunia saaat ini. Jika kita menanam kebaikan maka kebaikan yang akan kita dapatkan, sementara sebaliknya jika tengah menanam keburukan pastinya tak mungkin kita mendapatkan hasil yang baik tentunya.

Sebuah ungkapan indah pernah saya dapatkan mengenai kematian:

“Berapa banyak manusia yang lalai, sementara kain kafannya sedang di tenun.” (Imam Syafi’i).

Setiap kita telah tertulis nama di tiap kayu atau batu yang akan dipahat menjadi nisan, diri ini juga telah tertulis namanya di tiap kafan yang akan dipakaikan di tubuh kita nantinya setelah nyawa teregang. Dan setiap lahat telah tertulis di catatan takdir tentang kapan kita akan masuk kedalam untuk jadi penghuninya.

Ini adalah kepastian yang semua kita meyakininya, hal terbaik yang harus kita kerjakan adalah bagaimana tentang persiapan bekal apa yang akan kita bawa nanti, siapa teman kita di dalam kegelapan kubur, dan jangan sampai nanti kita berkawan dengan seseorang yang berwajah buruk, mengerikan bin tak menyenangkan, ditambah siksa yang tak berkesudahan, karena waktu di kubur jauh lebih lama dibanding waktu di dunia.

Hal ini bisa menjadi kebaikan namun juga menjadi keburukan, mengapa?

Sebuah nasihat dari Ustadz yang pernah saya dapat, tentang mengapa hidup di alam kubur lebih lama dibanding dengan hidup di dunia?

Hal ini jika ada kebaikan yang kita tanam di dunia akan terus mengalir pahalanya secara passive (biasa di sebut passive income jika kita tidak bekerja tapi memiliki pemasukan).

Hal tersebut seperti hadits yang Rasulullah sampaikan tentang; ilmu yang bermanfaat, anak-anak yang shalih – shalihah serta shadaqah jariyah.

Tapi jika itu semua tidak ada apa boleh buat? Menyesal mungkin itu yang bisa dilakukan, terlebih kita banyak menanam keburukan dan kejahatan di dunia? Tentu hal tersebut akan menerkam kita juga tentunya.

Lakukanlah, berbuat yang terbaik untuk menjadi tabungan dan passive income pahala nanti, jika kita di dalam kubur sana tak ada bahasa negosiasi karena semua tak bisa di buat curang.

Tenunlah kain kafan terbaik mulai dari sekarang untuk kita peribadi, sehingga kita mendapatkan semua yang terbaik di dalam kubur nantinya, karena itu akan kembali pada diri kita sendiri.

Mulailah dari menyebarkan Ilmu yang bermanfaat, mendidik anak yang shalih-shalihah, serta yang terakhir shadaqah jariyah karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Al-Munafiqun: 10)

—————————————————
More Information :
SMS & WA : 081212 – 042425
Telephone : 021 – 296 20 545

Untuk Donasi #RamadhanUntukKemanusiaan silahkan “TRANSFER” via :
Mandiri Syariah 7033 952 672 an Yayasan Pesantren Entrepreneur Indonesia
Kode Transfer : 900 ex (Rp 1.000.900) Konfirmasi di : 081212-042425

Office : Rukan Emerald Blok UF 08 Summarecon Bekasi
Fanspage Facebook : Pondok Sedekah (@pondoksedekah.id)
Instagram : @pondoksedekah
Youtube Channel : pondok sedekah
www.pondoksedekah.org

#RamadhanuntukKemanusiaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *