fbpx

Panggilan Kemanusiaan dari Idlib, Suriah; untuk kita yang mengaku Saudara Muslim

Oleh : Ustadz Bagus Hernowo, S.Pd., M.M

Suatu hari kita melihat bahwa seorang anak yang telah tersenggal nafasnya itu adalah mungkin saja anak kita, kita melihatnya dengan penuh kebingungan, tak lagi bisa meneteskan air mata lantaran kita telah dalam kondisi paling kikuk, takut, dan kita tak tahu harus berbuat apalagi.

Atau kita melihat bahwa seorang yang tengah tersenggal nafasnya itu bertatapan kosong dan telah tak merespon apa yang kita lakukan, apa yang kita tanyakan bahkan sentuhan tak berefek sedikit pun untuknya.

Inilah sebuah kisah paling memilukan saat Ayah kehilangan anaknya, anak kehilangan orang tuanya, semua dengan sangat cepat berubah statusnya, ada yang jadi yatim piatu, dan ada pula yang menjadi janda lantaran sekejap kejadian.

Idlib, sebuah kota di suriah menjadi sebuah kawahcandradimuka, ujian paling tinggi, fitnah paling kejam, dan cobaan paling mengharukan.

Kita yang melihat pun hanya bisa tercekat di tenggorokan tentang kengerian yang maha keji terjadi disebuah negeri yang dahulu indah penuh peradaban Islam paling luar biasa.

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mereka? Tentang sebuah aksi kemanusiaan yang paling terbatas yang bisa kita lakukan, maka lakukanlah.

Kita masih ingat tentang sebuah ucapan dari seorang yang paling kita cintai melebihi kedua orang tua kita sendiri, Rasululla Shalallahu’alaihi wasallam;

“Seorang mukmin terhadap mukmin yang lainnya seperti bangunan yang saling mengokohkan satu dengan yang lain.” (HR. Bukhari – Muslim).

Itulah kita sebuah bangunan kokoh yang seharusnya memang benar-benar kokoh, saat ada saudara kita yang lain merasa
sakit kita juga menggigil kedinginan lantaran kita merasakan apa yang mereka rasakan.

Dalam hadits yang lain, Rasulullah Saw bersabda: “Perumpamaan mukmin dalam hal saling mencintai dan berkasih sayang adalah ibarat satu satu tubuh, apabila satu organnya merasa sakit, maka seluruh tubuhnya turut merasakan hal yang sama, sulit tidur dan merasakan demam.” (HR. Muslim).

Lalu apakah kita sudah pula menjadi seorang muslim yang sebenar-benarnya muslim? Sudahkah kita memberikan hal yang paling maksimal untuk saudara kita? Jangan sampai kita tidak termasuk apa yang disebut saudara dalam Islam seperti apa yang Rasulullah sampaikan.

Donasikan bantuan kita untuk para pengungsi korban peperangan Suriah di :

SMS & WA : 081212 – 042425
Telephone : 021 – 296 20 545

Untuk Donasi #Care4Suriah silahkan “TRANSFER” via :
Mandiri Syariah 7033 952 672 an Yayasan Pesantren Entrepreneur Indonesia Qq Pondok Sedekah
Kode Transfer : 505 ex (Rp 1.000.505) Konfirmasi di : 081212-042425

Office : Rukan Emerald Blok UF 08 Summarecon Bekasi
Fanspage : Pondok Sedekah (@pondoksedekah.id)
Instagram : @pondok_sedekah
Youtube Channel : pondok sedekah
www.pondoksedekah.org

Pondok Sedekah Lembaga Kemanusiaan
Disaster Management Program
World Humanity Response
Sharing Humanity

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: