Mulai dari perahu, bantu Pak Usman dan para nelayan Desa Lende Tovea menafkahi keluarga dan menata hidupnya kembali…

Perahu Pak Usman Hancur Diterjang Tsunami Palu

Gempa yang mengguncang Palu, Donggala dan Sigi sudah terjadi hampir satu bulan lamanya. Kondisi mereka saat ini masih menyedihkan; rumah mereka hancur, harta benda dan perahu pun terbawa air tsunami entah kemana, bahkan yang lebih menyedihkan ada pula anak dan keluarga mereka yang hilang dan belum bertemu hingga hari ini.

Kondisi mereka tak bisa langsung membaik, saat ini bahkan mereka tidak memiliki penghasilan tetap untuk kembali menata hidupnya, memberi nafkah untuk keluarga atau menyekolahkan anak-anaknya untuk meraih masa depan.

Desa Lende Tovea yang hancur di terjang tsunami



Kami dari Pondok Sedekah Indonesia hadir di Dusun Tiga Labuana, Sebuah tempat di Desa bernama Lende Tovea, Kecamatan Sirenja.

Satu bulan yang lalu gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter menimbulkan Tsunami yang akhirnya meluluh lantakkan 30 lebih rumah dan perahu nelayan Pantai Barat, Sirenja yang kami assesment dilokasi tersebut.

Dusun tiga Labuana adalah sebuah dusun di Desa Lende Tovea dengan jumlah warga 96 KK, kebanyakan bermata pencaharian nelayan dan separuhnya lagi berkebun.

Mereka yang berprofesi sebagai nelayan akan berlayar ke laut petang hari dan kembali lagi pada pagi buta dengan membawa tangkapan ikan hasil kerja malam itu.

Namun kini, para nelayan tidak bisa lagi melaut lantaran perahu-perahu mereka rusak diterjang tsunami.

Perahu-perahu yang rusak dan tak dapat digunakan lagi



Pak Usman merupakan salah satu korban dari bencana gempa dan Tsunami Donggala – Palu kemarin.

Rumahnya telah hancur, dan saat ini hanya meninggalkan puing-puing bangunan sejarah hidup Pak Usman dan keluarganya.

Desa yang luluh lantak di terjang tsunami pasca gempa 7,4 SR



Ketika terjadi gempa Pak Usman beserta keluarga dan para tetangga yang lain berlari menuju gunung untuk menyelamatkan diri. Beberapa waktu kemudian tsunami datang dan menerjang Pantai Barat Labuana yang mengakibatkan semua harta benda hingga perahu yang digunakan sebagai alat mencari penghidupan hilang, beberapa rusak parah dan ada pula yang hancur menjadi puing-puing bahkan.

Pak Usman dan keluarga kini tinggal di barak pengungsian bersama dengan tetangga yang lain untuk kembali membangun tempat bertahan demi menetap sementara waktu.

Pak Usman masih merasakan trauma mendalam dengan kejadian lalu, melihat bangunan rumahnya yang dulu pun dia tak sanggup; hanya meneteskan air mata duka dan rasa sedih di hati saat bercerita tentang kondisinya kini.

Pak Usman yang menjelaskan kepada kami kondisi desanya yang hancur.



Dari Dusun Tiga Labuana kita mendapatkan kabar tersebut, sebuah Dusun di Desa bernama Lende Tovea yang menjadi salah satu titik dari puluhan desa yang kami salurkan bantuan Logistik, bantuan kesehatan dan berbagai aksi kemanusiaan lainnya pasca gempa 7,4 dan 7,7 Skala Richter mengguncang Palu, Sigi dan Donggala, -Sulawesi Tengah-.

Ayo berikan bantuan berupa perahu untuk Pak Usman dan nelayan Desa Lende Tovea lainnya agar mereka dapat kembali melaut dan bisa menata hidup serta menafkahi keluarganya kembali.

Semoga mereka segera dapat tersenyum dan bersemangat menatap hidup dihari esok.

Donasikan sebagian dari rizki terbaik kita untuk Nelayan Palu di Desa Lende Tovea.

Atau donasi langsung ke Bank Syariah Mandiri 78-888-33-247 an Yys Pondok Sedekah-Kemanusiaan
Kode Transfer 507 Ex Rp 1.000.507

Konfirmasi dan Informasi ke 08111-566-123 / 0877-8000-7848

www.pondoksedekah.id
#DisasterManagementProgram

#prayfordonggala
#prayforpalu
#PrayForSulawesi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *