PondokSedekah – Puasa hendaknya dilakukan untuk melatih berbuat kebaikan baik dalam sikap maupun tutur kata. Namun, adakalanya kita melakukan ghibah saat menjalankan ibadah puasa baik secara sadar maupun tanpa disadari. Lantas bagaimana cara menjalankan puasa tanpa ghibah? Sanggupkah kita menahan diri untuk tidak melakukannya?

Ghibah atau bergujing memiliki arti membicarakan keburukan atau aib orang lain di saat orang tersebut tidak ada di tempat pembicaraan. Ghibah merupakan penyakit lisan yang dampaknya sangat berbahaya bagi hubungan sesama muslim sehingga bisa menumbuhkan kebencian, iri hati bahkan memutus silaturahmi yang terjaga.

Meski ghibah umumnya dilakukan secara ringan dan tanpa sadar, perbuatan tersebut dapat mengurangi pahala ibadah puasa yang sedang kita jalankan. Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam,

الصيام جنة، فإذا كان يوم صوم أحدكم فلا يرفث ولا يصخب فإن سابه أحد أو قاتله فليقل إني صائم

“Puasa itu perisai, jika seseorang diantara kalian berpuasa, janganlah berkata keji dan janganlah berkelahi, dan jika seseorang mencelanya atau memusuhinya maka katakanlah aku sedang berpuasa.” (Muttafaqun ‘alaihi)

من لم يدع قول الزور والعمل به والجهل، فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشراب

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta, melakukan kedustaan serta berbuat usil, maka Allah Ta’ala tidak butuh ia meninggalkan makannya dan minumnya.” (HR. Bukhari)

Kini ghibah tidak hanya dilakukan secara lisan atau berbincang dengan lawan bicara. Kemudahan teknologi membuat ghibah dapat terjadi melalui percakapan di grup-grup chatting dan media sosial lainnya.

Menonton acara gosip di televisi juga termasuk ghibah. Meski kita hanya mendengarkan atau membacanya hal-hal yang mengandung unsur ghibah tersebut bisa mengurangi pahala puasa karena tanpa sadar bisa saja kita turut mengomentari hal tersebut dalam hati.

Betapa banyaknya mudharat yang ditimbulkan dari ghibah. Adapun cara terbaik untuk menghindari ghibah saat berpuasa dengan berhati-hati dalam menjaga llidah dan perasaan sebelum mengutarakan suatu hal. Perbanyak istighfar dan meminta perlindungan Allah Swt agar lidah dan hati ini tetap terjaga dan terhindar dari ghibah.

Selain itu, sesama muslim jangan ragu untuk mengingatkan secara halus bila lawan bicara kita mulai menjurus ke pembicaraan yang mengandung ghibah.

Oleh : Adila Rarastika (Relawan Digital Pondok Sedekah)
————————————————————————–
Hubungi kami di:
SMS & WA : 081212 – 042425
Telephone : 021 – 296 20 545

Untuk Donasi Paket Ramadhan untuk Dunia Islam silahkan “TRANSFER” via :
Mandiri Syariah 7033 952 672 an Yayasan Pesantren Entrepreneur Indonesia
Kode Transfer : 900 ex (Rp 1.000.900) Konfirmasi di : 081212-042425

Office : Rukan Emerald Blok UF 08 Summarecon Bekasi
Fanspage : Pondok Sedekah (@pondoksedekah.id)
Instagram : @pondok_sedekah
Youtube Channel : pondok sedekah
www.pondoksedekah.org

Pondok Sedekah Lembaga Kemanusiaan
Let’s Share Humanity
Ramadhan untuk Kemanusiaan

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *