qurban peduli

Maka shalatlah untuk Rabbmu dan sembelihlah hewan.” (QS. Al Kautsar: 2).

Pondok Sedekah – Apakabar iman kita hari ini? Setelah Ramadhan meninggalkan kita dan terhitung tinggal beberapa hari kedepan syawal pun habis.

Tapi perlu diingat bahwa Ramadhan mengajarkan kepada semua ummat Islam untuk totalitas dalam mengimani apa yang telah Rasulullah sampaikan dan menjadi ummat Islam yang sami’na wa’atho’na dalam dalam hal apa pun yang menyangkut keimanan kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Setelah meninggalkan Ramadhan lalu, hari ini kita telah mulai mendekat pada bulan yang dimana bulan tersebut menjadi catatan siroh tentang dua orang Nabi yang mengajarkan kita pada sebuah pengorbanan yang luar biasa dalam keimanannya kepada Allah.

Qurban, inilah sebuah hal yang wajib kita pelajari dari keduanya dan kita muhasabahi apakah kita yang mengaku mengimani Islam sebagaimana para Nabi dan Rasul sebelumnya yang juga mengimani Allah, namun tak juga menunaikan qurban sebagai perwujudan keimanan kita.

Allah hendak melihat apa yang hendak kita lakukan perihal amal yang menjadi implementasi iman dari dalam diri kita.
Jika kita melihat dari sejarah dimana berqurban pada seseroang merupakan sebuah ibadah yang sangat memiliki keutamaan, maka marilah bersama kita mengulas bagaimana kedua Nabiyullah yang Allah begitu mencintainya mengajari kita tentang apa itu iman dalam implementasi amal bernama qurban.

Jika dibandingkan dengan kedua Nabiyullah di atas maka rasanya begitu jauh pengorbanan tersebut, padahal kita saat ini hanya berqurban pada harta yag kita miliki untuk dikeluarkan sebagai wujud dari keimanan dan keikhlasan yang dimiliki untuk ditukarkan seekor kambing yang nilainya tak sebesar dari bahkan sebuah gadget yang kita miliki tentunya.

Maka saat itu dimana Rasulullah Ibrahim sesuai yang selalu kita ulang siroh tentang kehidupan beliau dan anaknya Nabi Ismail, maka sudah sewajarnya kita pasti akan merasakan malu di lubuk hati kita tentunya.

Tapi ternyata masih banyak yang tak paham mengenai mengapa kita harus mengutamakan amalan dimana kita berusaha untuk menunaikan qurban tersebut, ada pula yang merasa tak mampu sehingga gugurlah kewajibanna untuk menunaikan qurban tersebut pula, padahal sebenarnya mampu?

Mari berintrospeksi, seperti apa iman kita jika perihal qurban yang harus kita tunaikan setahun sekali itu pun selalu terlewat dan bahkan tak tertunaikan selepas waktu qurban usai, karena terasa begitu berat.

Jika kita tak juga berqurban, lantas apa yang akan kita catatkan dalam prestasi keimanan kita saat nanti kita bertemu Allah? Pantaskah atau sebaliknya?

Dari Abi hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Siapa yang memiliki kelapangan tapi tidak menyembelih qurban, janganlah mendekati tempat shalat kami”. (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim menshahihkannya).

—————————————————
More Information :
SMS & WA : 081212 – 042425
Telephone : 021 – 296 20 545

Untuk berqurban di Pondok Sedekah silahkan “TRANSFER” via :
Mandiri Syariah 7033 952 672 an Yayasan Pesantren Entrepreneur Indonesia
Kode Transfer : 1.000 ex (Rp 1.901.000) Konfirmasi di : 081212-042425

Office : Rukan Emerald Blok UF 08 Summarecon Bekasi
Fanspage Facebook : Pondok Sedekah (@pondoksedekah.id)
Instagram : @pondoksedekah
Youtube Channel : pondok sedekah

www.pondoksedekah.org
#QurbanPeduli
Bahagiakan Saudara Kita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *