Tinggal menghitung hari kita berjumpa dengan bulan Ramadhan yang penuh keberkahan, semua menanti, antusias berjumpa dengan keberkahan tak berbatas yang dilimpahkan pencipta alam semesta Allahu Rahman.

Ramadhan bulan berbagi, mengapa bisa mendapat sebutan itu? Karena Ramadhan mengajarkan kita berlapar untuk bisa merasakan mereka yang dalam sehari belum tentu merasakan makan sebanyak tiga kali dalam gizi cukup yang biasa kita asup setiap waktunya.

Kita bisa melihat daerah konflik, kekeringan, bencana dan sebagainya yang bukan dalam bulan Ramadhan pun mereka tidak bisa makan sehari tiga kali, bahkan tak jarang bisa kelaparan dan penyakit busung lapar senantiasa menghantui, kurang gizi dan bahkan berakhir dalam kematian seperti di Somalia.

Belum lagi Suriah yang penuh ketakutan dalam kehidupan yang dipenuhi desing peluru dan dentuman bom yang bisa kapan saja sebagai alat pencabut nyawa.

Kita juga perlu membuka mata, negeri dengan jutaan titi syurga yang memenuhinya ini; Indonesia. Tak jarang ada juga orang yang masih hidup dalam kondisi kelaparan, anak-anak mereka kurang gizi dan terserang pula busung lapar seperti di Somalia.

Itulah mengapa Ramadhan selalu mengajarkan kita tentang indahnya merasakan kebahagiaan saat orang lain tersungging senyum di pucuk bibirnya.

Kita bisa berbahagia saat orang lain merasakan bahagia pula, kita bisa tersenyum saat yang lain meraskan apa yang kita makan dan minum setiap harinya.

Duh indahnya berbagi kepada sesama, inilah hidup yang diajarkan Ramadhan senantiasa peka terhadap orang lain, berebut imbalan hanya kepada sang Maha Rahim, lantas apa yang kita butuhkan kecuali rahmat dan keberkahan dari Allah sang Rabbul’alaamiin.

Mari belajar berbagi, agar Ramadhan nanti kita bisa hidup dalam kemudahan melepaskan apa yang Allah titipkan kepada kita saat ini.

Apalah yang kita harap kecuali balasan terindah dari Allah yang menguasai harta, tubuh dan bahkan nyawa kita.

Apalah yang kita suka kecuali Allah yang mencipta hidup begitu mencintai kita, karena saat Ia menyukai hambanya, tak ada kesulitan lain kecuali Allah akan memudahkan jalan menuju apa yang ia ingin mencapainya.

“Sesungguhnya Allah menerima amalan sedekah dan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya. Lalu Allah mengembangkan pahalanya untuk salah seorang dari kalian, sebagaimana kalian mengembangkan seekor anak kuda. Sampai-sampai sedekah yang hanya sebiji bisa berkembang hingga sebesar gunung Uhud” (HR. At Tirmidzi 662, ia berkata: “hasan shahih”)

——————————————————————————————————————-

Salurkan donasi sahabat sekalian melalui Pondok Sedekah Lembaga Kemanusiaan.

Lebih mudah dengan “LAYANAN JEMPUT Donasi, Zakat, Infak, Shadaqah, Wakaf.” Sila hubungi :
SMS & WA : 081212 – 042425
Telephone : 021 – 296 20 545

Atau “TRANSFER” di :
Mandiri Syariah 7033 952 672 an Yayasan Pesantren Entrepreneur Indonesia Qq Pondok Sedekah
Kode Transfer : 900 ex (Rp 1.000.900)

Fanspage : Pondok Sedekah (@pondoksedekah.id)
Instagram : @pondok_sedekah
www.pondoksedekah.org

#EducationforHumanity
Let’s Share Your Humanity

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *