Oleh Ustadz Bagus Hernowo, S.Pd., M.M

Ramadhan, begitu dekat dan melekat bagi kita. Berbagai komunitas, tokoh dan lembaga-lembaga Islam mulai menghitung mundur menuju pintu Ramadhan yang begitu indah terbentang.

Pahala yang diberikan Allah tak tanggung-tanggung tanpa henti, tak terbatas banyaknya, sesuka Allah memberikanya kepada siapa yang Allah inginkan.

Inilah bulan dimana Allah menurunkan Al-Quran dan diwajibkan untuk kita yang beriman menunaikan Ibadah yang hanya Allah yang akan menilainya.

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)

Dan tak hanya memerintahkan kita untuk menunaikan Puasa saja, namun Allah membukakan pintu syurga seluas-luasnya serta membelenggu syaithan dan menutup pintu neraka serapat-rapatnya.

Diantara kebiasaan Rasulullah pada bulan ini adalah, meningkatkan ibadah sunnah khususnya bersedekah. Bahkan dalam sebuah riwayat menjelaskan bahwa Rasulullah saat berada di bulan Ramadhan bersedekah seperti angin berhembus.
Dalam shahihain, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari no. 3554 dan Muslim no. 2307)

Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Al juud berarti rajin dan banyak memberi (berderma)” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 291). Jadi maksud hadits adalah Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– rajin memberi sedekah pada orang lain di bulan Ramadhan.

Begitulah Rasulullah, orang yang telah ditakdirkan masuk syurga dan diberikan ampunan atas segala dosa-dosanya tetap bersedekah dengan sangat dermawannya, bahkan dalam riwayat di atas beliau bersedekah seperti angina yang berhembus.

Kita pun paham bagaimana Rasulullah shalat malam bukan? Bahkan dijelaskan hingga kaki beliau yang mulia bengkak lantaran panjangnya shalat malam yang beliau jalankan. Saat beliau Shalallahu’alaihi Wasallam ditanya Aisyah Radhiallahu’anhu, beliau menjawab; “Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur?”.

Lalu bagaimana dengan kita? Seperti apa kita mempersiapkan diri untuk menjadi hamba yang akan mendapat gelar taqwa di bulan ini?

Mari jadikan bulan mulia ini menjadi momentum terbaik untuk kita menjadi orang yang bertaqwa.

——————————————————————————————————————

Salurkan donasi sahabat sekalian melalui Pondok Sedekah Lembaga Kemanusiaan.

Lebih mudah dengan “LAYANAN JEMPUT Donasi, Zakat, Infak, Shadaqah, Wakaf.” Sila hubungi :
SMS & WA : 081212 – 042425
Telephone : 021 – 296 20 545

Atau “TRANSFER” di :
Mandiri Syariah 7033 952 672 an Yayasan Pesantren Entrepreneur Indonesia Qq Pondok Sedekah
Kode Transfer : 900 ex (Rp 1.000.900)

Fanspage : Pondok Sedekah (@pondoksedekah.id)
Instagram : @pondok_sedekah
www.pondoksedekah.org
#RamadhanUntukKemanusiaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *