PONDOKSEDEKAH.ORG – Yang dimaksud sedekah yang benar tentunya yang disukai Alloh dan Rasulnya. Dengan sedekah yang benar bukan hanya dilipat gandakan pahalanya tetapi amalan sedekah tersebut diterima oleh Alloh SWT.

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan di lipat gandakan (ganjarannya) kepada mereka, dan bagi mereka pahala yang banyak.” Al Hadid : 18).

Oleh karena itu dalam bersedekah yang benar diperlukan beberapa hal yaitu:

1. Niat
Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Tentunya niat itu tidak perlu disampaikan cukup dari hati.

2. Harta milik sendiri
Harta yang dimaksud di sini adalah harta hasil dari usaha sendiri bukan hasil curian. Tentunya jika harta itu berasal dari curian, korupsi maka syarat sedekah itu batal.

Berikut ini sedekah yang di sukai menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah :

Rasullullah SAW bersabda: “Barang siapa mengumpulkan harta yang haram,kemudian ia keluarkan sebagai sedekah,maka ia tidak akan mendapatkan pahala dan ia tetap akan mendapatkan dosa” ( HR.Ibnu Khuzaimah,Ibnu Hibban dan Hakim).

Setelah mengetahui syarat sedekah, maka ada cara memberikan sedekah, yaitu:

1. Sedekah secara sembunyi-sembunyi.
Sedekah ini merupakan sedekah yang paling Allah cintai karena dekat dengan sifat ikhlas dan jauh dari sifat riya atau pamer

Allah Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 271 :

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu memberikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

2. Sedekah dalam keadaan sehat dan tidak kaya.
Sebaiknya sedekah jangan ditunda tunda selagi tubuh dalam keadaan sehat. Jangan minder jika bersedekah dalam keadaan susah karena beramal itu dalam keadaan senang, dan susah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Engkau bersedekah dalam keadaan sehat dan berat mengeluarkannya, dalam keadaan kamu khawatir miskin dan mengharap kaya. Maka janganlah kamu tunda, sehingga ruh sampai di tenggorokan, ketika itu kamu mengatakan, ‘untuk fulan sekian, untuk fulan sekian, dan untuk fulan sekain’ . Padahal sudah menjadi milik si fulan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tentu saja dalam bersedekah sesuai dengan kemampuan masing masing.

3. Sedekah setelah kebutuhan yang wajib sudah di penuhi.
Bersedekahlah jika semua kebutuhan untuk menafkahi keluarga, anak dan istri, atau mungkin dalam membayar hutang, maupun hal lain yang wajib di dahulukan.

Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Sedekah yang paling baik adalah yang di keluarkan selebih keperluan, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung.” (-Bukhari)

__________________________________________________________________________________
Bagi Bapak – Ibu dan Sahabat Peduli yang ingin yang ingin berdonasi bisa hubungi :

SMS & WA : 08111-566-123
Telephone : 021–296-20-545

Atau transfer via:

Mandiri Syariah 7033 952 672 an Yayasan Pesantren Entrepreneur Indonesia Qq Pondok Sedekah
Kode Transfer : 101 ex (Rp 1.000.101)

Fanspage : Pondok Sedekah (@pondoksedekah.id)
Instagram : @pondoksedekah
Youtube : Pondok Sedekah

www.pondoksedekah.org
Let’s Share Humanity

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *