PONDOKSEDEKAH.ORG-Dibenak kita mungkin banyak pertanyaan ketika ingin memberikan sedekah kepada siapa. Tentunya jika ditanya sedekah kepada siapa, kita harus merujuk ke Al Quran surat An Nisa Ayat 36-39;

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan apa yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan. Dan (juga) orang-orang yang meinfakkan hartanya karena riya kepada orang lain, dan tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barang siapa yang menjadikan setan sebagai temannya, maka ketahuilah dia (setan) itu teman yang sangat jahat. Apa mudharatnya bagi mereka, jika mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian serta menginfakkan sebagian rezki yang telah diberikan Allah kepadanya? Dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.”

Berdasarkan ayat diatas berbuat baik disini juga termasuk dalam hal sedekah. Hal ini dapat dilihat dalam Dalam tafsir ibnu katsir mengenai penjelasan ayat diatas.

Maka Sedekah kepada siapa, dibagi menjadi beberapa urutan, dari yang terdekat hingga terjauh yaitu sebagai berikut:

1. Sedekah kepada orangtua
Orangtua adalah orang yang paling dekat dengan kita sebelum saudara kandung, istri dan anak. Sebab mereka yang telah menyebabkan kita menjadi ada di dunia ini. Bahkan mereka mendidik dan membesarkan kita sehingga bisa seperti sekarang ini.

Banyak sekali firman Allah menyandingkan antara ibadah kepada-Nya dan berbuat baik kepada orang tua.
Seperti firman Allah, “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu.” (QS. Luqman: 14).

Oleh karena itu, sebelum kita bersedekah ke yang lain tentunya kita harus memerhatikan kehidupan orangtua kita. Masihkah kekurangan? Apa yang bisa kita bantu untuknya. Sedekah kepada orangtua ini menjadi sangat utama bagi kita sebagai wujud rasa bakti kita kepadanya. Hal ini perlu diingat jangan sampai kita bersedekah kepada fakir miskin. Namun, orangtua kita sendiri tidak bisa makan sesuap nasi hingga harus berhutang kepada tetangga atau rentenir.

Bagaimana jika orangtua kita sudah hidup layak? Mungkin kita berpikir tidak perlu bersedekah kepada mereka. Namun, sedekah tidak hanya materi. Bahkan, senyuman, sopan santun pada orangtua, perhatian yang tulus. Orangtua kita jauh lebih memerlukan senyum tulus, bahasa tubuh yang baik, sopan santun, tutur kata yang lemah lembut, perhatian, menjadi pendengar dan teman bercerita yang menyenangkan dibandingkan materi dari kita. Mungkin kita bisa memberikan materi yang banyak kepada orang tua, tapi memberinya dengan wajah cemberut, bahasa tubuhnya menandakan lelah bekerja, kata-katanya menyakitkan hati, hal tersebut justru menyinggung perasaan orang tua.

2. Sedekah kepada kerabat terdekat.
Jika dilihat orangtua kita tidak perlu diberikan sedekah secara materi. Maka sedekah kepada siapa berikutnya adalah kerabat terdekat, baik itu saudara kandung, keponakan, sepupu, paman dsb. Hal ini termaktub dalam surat Al Baqoroh ayat 177.

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

Kemudian dalam Asbabun Nuzul Ali Imran ayat 92. Disebutkan bahwa Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu memiliki kebun kurma yang sangat indah dan sangat dia cintai, namanya Bairuha’. Ketika turun ayat:

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali Imran: 92)

Maka Abu Thalhah mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan bahwa Bairuha’ diserahkan kepada Beliau, untuk dimanfaatkan sesuai kehendak Beliau. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyarankan agar ia membagikan bairuha’ kepada kerabatnya. Maka Abu Thalhah melakukan apa yang disarankan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan membagikannya untuk kerabat dan keponakannya (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

“Bersedekah kepada orang miskin adalah satu sedekah, dan kepada kerabat ada dua (kebaikan); sedekah dan silaturrahim.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Hakim, Shahihul Jami’ no. 3858)
[02:30, 9/11/2017] Flp Ilham: Sedekah kepada kerabat juga terbagi dua, pertama anak yatim yang masih ada hubungan kerabat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Tetapi Dia tidak menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apa jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir. (QS. Al Balad: 11-16)

dan yang kedua adalah sedekah kepada kerabat yang memendam permusuhan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ الصَّدَقَةُ عَلَى ذِي الرَّحِمِ الْكَاشِحِ

“Sedekah yang paling utama adalah sedekah kepada kerabat yang memendam permusuhan.” (HR. Ahmad dan Thabrani dalam al-Kabir, Shahihul Jami’ no. 1110)

Tujuannya adalah agar hubungan silaturrahim kepada kerabat yang memendam permusuhan kepada keluarga kita terjalin kembali.

3. Bersedekah Kepada Tetangga

Bersedekah kepada siapa yang ketiga adalah tetangga. Dalam suratAn Nisaa’ ayat 36 disebutkan perintah berbuat baik kepada tetangga, baik yang dekat maupun yang jauh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda kepada Abu Dzar:

“Wahai Abu Dzar! Jika kamu memasak sop, maka perbanyaklah kuahnya, lalu bagilah sebagiannya kepada tetanggamu.” (HR. Muslim)

Tetangga adalah orang yang paling dekat dengan kita untuk dimintai bantuan setelah kerabat terdekat. Ketika terjadi musibah maka mereka yang menolong kita. Begitu terstrukturnya sistem dalam Islam sampai dalam hal terkecil diatur. Maka nikmat mana lagi yang kita dustakan?

Jangan sampai tetangga kita kelaparan dan terlibat rentenir sehingga menyebabkan mereka meninggal dan terkena riba. Maka pantaulah dulu orang orang terdekat kita sebelum bersedekah ke yang lebih jauh.

__________________________________________________________________________________
Bagi Bapak – Ibu dan Sahabat Peduli yang ingin yang ingin berdonasi bisa hubungi :

SMS & WA : 08111-566-123
Telephone : 021–296-20-545

Atau transfer via:

Mandiri Syariah 7033 952 672 an Yayasan Pesantren Entrepreneur Indonesia Qq Pondok Sedekah
Kode Transfer : 101 ex (Rp 1.000.101)

Fanspage : Pondok Sedekah (@pondoksedekah.id)
Instagram : @pondoksedekah
Youtube : Pondok Sedekah

www.pondoksedekah.org
Let’s Share Humanity

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *