PONDOKSEDEKAH.ID – Sedekah perlu izin istrikah? Sering melihat ketika seorang suami ingin bersedekah ia harus bertanya kepada istri dahulu. Bukan berarti tidak punya uang tetapi rata-rata uang suami dipedang oleh istrinya. Mereka harus izin dahulu kepada bendahara keluarga untuk mengeluarkan uangnya.

Kita telah mengetahui bahwa sebagian harta kita ada hak bagi mereka yang membutuhkan. Alloh SWT berfirman dalam surat Al Baqoroh, mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.(QS. Al-Baqarah : 215).

Di dalam ayat tersebut tidak ada keterangan memang untuk izin istri dalam bersedekah begitu juga di dalam hadist. Namun, ketika sudah berkeluarga memang dianjurkan untuk memberitahu dan bermusyawarah dalam pengeluaran. Hal ini dikarenakan harta yang kita peroleh saat berkeluarga sudah menjadi harta bersama.

Maka dari itu sebaiknya seorang suami menyimpan uang sendiri sehingga tidak perlu iizin tapi cukup memberitahu dan berdiskusi. Apalagi jika uang yang disimpan suami untuk diberikan kepada orangtuanya yang sudah tua renta dan tak bisa bekerja lagi.

Bila seorang anak yang telah mandiri dan sukses ingin membalas jasa yang telah dia terima sepanjang hidup kepada kedua orang tuanya, tidak ada satu pun makhluk hidup di bumi atau di langit yang bisa menghalanginya. Termasuk juga istrinya, meski istri berhak atas nafkah, tidak berarti dia boleh menguasai seluruh penghasilannya. Apalagi sampai menghalangi suaminya berbuat kebaikan kepada mereka yang berhak apalagi kepada kedua orangtua dan keluarganya.

Jangan sampai istri itu menjadi penghalang atas bakti yang menjadi kewajiban sang suami. Sebagai istri sholehah, justru seharusnya dia malah mendorong agar suami selalu berbuat baik kepada orang tuanya termasuk dengan memberikan sebagian nafkah kepada mereka. Bila hal itu dilakukan, maka istri itu tercatat sebagai istri shalihah.

Sebailknya, seroang istri yang lemah iman dan kurang pemahamannya, bisa saja melarang suaminya berbakti kepada orang tuanya. Dan bila hal itu yang terjadi, maka suami punya beban ganda, yaitu dia harus tetap tegar tidak kalah dengan maunya istri. Dan yang penting juga adalah dia punya kewajiban untun mendidik istrinya menjadi istri yang shalihah dan mengerti hukum-hukum agama serta menjadikannya berakhlaq mulia.

Adalah salah bila suami menjadi takut istri dan menurut begitu saja terhadap apa maunya istri, bahkan hingga menghalanginya dari berbakti kepada orang tua. Suami yang takut istri dan kalah pengaruh dari istrinya adalah suami yang tidak qawam, tidak punya nyali dan pendirian serta kehilangan sifat-sifat kelelakian.
_____________________________________________
Bagi Bapak – Ibu dan Sahabat Peduli yang ingin yang ingin berdonasi dalam program “Orang Tua Asuh Penghafal Al-Quran” bisa hubungi :

SMS & WA : 08111-566-123
Telephone : 021–296-20-545

Atau transfer via:

Mandiri Syariah 7033 952 672 an Yayasan Pesantren Entrepreneur Indonesia Qq Pondok Sedekah
Kode Transfer : 101 ex (Rp 1.000.101)

Fanspage : Pondok Sedekah (@pondoksedekah.id)
Instagram : @pondoksedekah
Youtube : Pondok Sedekah

www.pondoksedekah.id
Let’s Share Humanity

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *