PONDOKSEDEKAH.ID – Bersedekah merupakan perbuatan baik yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW., Dalam bersedekah dianjurkan untuk dimulai dari kerabat terdekat, seperti orangtua, saudara kandung, dan keluarga terdekat.

“Sedekah kepada orang miskin adalah sedekah. Sedangkan sedekah kepada kerabat ada dua pahala; pahala sedekah dan pahala silaturahim.” (HR. Al-Tirmidzi).

Namun, sedikit sekali orang mengetahui keutamaan sedekah kepada saudara kandung. Padahal sering disebutkan berbagai keutaman untuk memberikan harta kepada kerabat terdahulu baru anak-anak yatim.

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Al Baqoroh : 177)

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. (Al Isro: 26).

Jika kita cermati, ada satu pesan yang penting dari ayat di atas. Yaitu mendahulukan karib kerabat terlebih dahulu dibandingkan fakir miskin. Karena sebelum kita memerhatikan orang lain juga perhatikan kerabat dahulu.

Pendapat Syaikh Ibnu Bazz Rahimahullah menyampaikan, “adapun kerabat yang lain seperti saudara kandung, paman dari pihak Bapak, saudara sepupu, dan yang serupa dengan mereka; mereka diberi zakat jika mereka miskin atau orang-orang yang berhutang, mereka punya hutang yang tak sanggup membayarnya.”

Dalam syarat hal ini bukan sekedar zakat tetapi juga sedekah. Sehingga bila dianggap dari saudara kandung miskin dan mempunyai banyak hutang maka lebih utama daripada fakir miskin.

Senada dengan Syaikh Bin Bazz, Syeikh menyebutkan, “Zakat fitrah dan zakat mal boleh diberikan kepada kerabat dekat. Bahkan memberikan zakat itu kepada kerabat dekat lebih utama daripada diberikan kepada kerabat jauh. Karena memberikan zakat kepada kerabat dekat termasuk sedekah dan silaturahim. Tetapi dengan syarat, mengeluarkan harta zakat itu bukan sebagai trik menjaga (melindungi) hartanya. Yakni, saat si fakir itu menjadi beban tanggungannya (dalam urusan nafkahnya_red), yakni si orang kaya itu. Dalam masalah ini tidak boleh memenuhi kebutuhan (tugasnya) dari zakatnya sendiri. Karena jika ia lakukan itu maka ia telah tutupi kewajiban nafkah dari hartanya dengan zakat yang telah dikeluarkannya. Ini tidak boleh dan tidak halal.”
____________________________________________________________________________________________________________
Mari bersama bergabung dalam barisan para Penghafal Al – Qur’an walau kita tak mampu khatam menghafal Al – Qur’an kita menjadi orang – orang yang melahirkan para Penghafal Al – Qur’an.

Bagi Bapak – Ibu dan Sahabat Peduli yang ingin yang ingin berdonasi dalam program “Orang Tua Asuh Penghafal Al-Quran” bisa hubungi :

SMS & WA : 08111-566-123
Telephone : 021–296-20-545

Atau transfer via:

Mandiri Syariah 7033 952 672 an Yayasan Pesantren Entrepreneur Indonesia Qq Pondok Sedekah
Kode Transfer : 101 ex (Rp 1.000.101)

Fanspage : Pondok Sedekah (@pondoksedekah.id)
Instagram : @pondoksedekah
Youtube : Pondok Sedekah

www.pondoksedekah.id
Let’s Share Humanity

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *