PONDOKSEDEKAH.ORG – Yang namanya sedekah itu baik. Yang berbeda adalah keutamaan dan nilainya, tergantung niat, kondisi orang yang bersedekah dan kepentingan dan sasaran sedekah. Maka bila diurutkan menjadi sebagai berikut :

1. Sedekah Secara Sembunyi
Sedekah secara sembunyi adalah cara sedekah yang paling utama karena dilakukan tanpa sepengetahuan orang lain. Sedekah ini menjadikan seseorang ikhlas dan selamat dari sifat riya.

“Jika kamu Menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.” (QS. Al Baqarah: 271)

Dalam ayat tersebut disebutkan boleh saja menampakkan sedekah tidaklah dilarang selama pelaku tersebut mampu berlaku ikhlas. Walaupun menyembunyikan amal shalih akan membuat ikhlas. Namun, sikap para shahabat juga ada yang menampakkan amalannya. Seperti Ustman Bin Affan yang menyedekahkan seluruh hartanya hingga diketahui oleh khalayak banyak.

Menyembunyikan sedekah kepada fakir miskin selain pelaku dapat ikhlas juga bermanfaat bagi mereka yang menerima sedekah. Aib saudara kita yang fakir dan miskin tersebut dapat tertutupi sehingga tidak tampak di kalangan manusia serta tidak diketahui kekurangan dirinya.

Hal ini merupakan nilai tambah tersendiri dalam berbuat baik kepada fakir-miskin. Oleh karena itu, Nabi SAW., memuji sedekah secara sembunyi dan memberitahukan bahwa dia termasuk tujuh golongan yang dinaungi Allah Ta’ala.

2. Sedekah dalam kondisi sehat
Sedekah dalam kondisi sehat adalah urutan kedua setelah sedekah secara sembunyi. Mengapa demikian karena ketika kita sehat di saat itu kita bisa memberikan sedekah lebih banyak dibandingkan di saat sakit. Selain itu kondisi pikiran di saat sehat lebih baik sehingga saat bersedekah tidak ada beban pikiran seperti membayar biaya rumah sakit, biaya obat, dan sebagainya.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab:

“Engkau bersedekah dalam kondisi sehat dan berat mengeluarkannya, dalam kondisi kamu khawatir miskin dan mengharap kaya. Maka janganlah kamu tunda, sehingga ruh sampai di tenggorokan, ketika itu kamu mengatakan, “Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian, dan untuk fulan sekian.” Padahal telah menjadi milik si fulan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Sedekah setelah keperluan terpenuhi

“Sedekah yang terbaik adalah yang dikeluarkan selebih keperluan, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung.” (HR. Bukhari)

Mengapa setelah keperluan terpenuhi agar dalam bersedekah tidak lagi memikirkan hal macam macam seperti hutang yang belum dibayar, biaya sekolah anak, dan sebagainya. Sehingga ketika bersedekah dilakukan ikhlas tanpa memikirkan duniawi. Ditekankan juga dalam bersedekah ini diutamakan adalah orang yang kita tanggung terlebih dahulu sebelum orang lain. Seperti saudara sepupu yang sudah fakir miskin.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ada dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, dinar yang kamu infakkan untuk memerdekakan budak dan dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin. Namun dinar yang kamu keluarkan untuk keluargamu (anak-isteri) lebih besar pahalanya.” (HR. Muslim)
__________________________________________________________________________________
Bagi Bapak – Ibu dan Sahabat Peduli yang ingin yang ingin berdonasi bisa hubungi :

SMS & WA : 08111-566-123
Telephone : 021–296-20-545

Atau transfer via:

Mandiri Syariah 7033 952 672 an Yayasan Pesantren Entrepreneur Indonesia Qq Pondok Sedekah
Kode Transfer : 101 ex (Rp 1.000.101)

Fanspage : Pondok Sedekah (@pondoksedekah.id)
Instagram : @pondoksedekah
Youtube : Pondok Sedekah

www.pondoksedekah.org
Let’s Share Humanity

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *