Wasiat Rasulullah SAW Tentang Sedekah kepada Ali Bin Abi Thalib

Rasululah SAW pernah berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib mengenai sedekah. Kisah itu tercatat dalam Wasiyat Al Musthafa karya Imam Asy Syarani. Ada tiga wasiat yang diberikan oleh Rasulullah mengenai sedekah.

Pertama, sedekah itu menolak bala.

“Wahai Ali, sedekah dengan cara sirri (tak diperlihatkan pada orang lain) itu bisa memadamkan kemarahan Allah, dan bisa menarik berkah serta rezeki yang banyak.

(Wahai Ali) bersegeralah (pagi-pagi sekali) bersedekah, karena sesungguhnya bala itu turun sebelum pagi buta. Maka dengan sedekah itu menolak qadha buruk di udara.”

Dalam hadis lain mengenai sedekah menolak bala adalah yang diriwayat AtThabrani, Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Obatilah penyakitmu dengan sedekah. Sedekah itu sesuatu yang ajaib. Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo).”

Kedua, sedekah meski sedikit akan dicintai oleh Alloh.

Dalam wasiat ini, Ali diberitahu oleh Rasulullah SAW dengan harta yang terbaik, meski itu hanya sedikit.

Wahai Ali, ketika kamu bersedekah maka sedekahlah dengan harta yang terbaik yang ada padamu. Karena sesungguhnya sedekah sesuap dengan harta yang halal itu lebih disenangi Allah SWT dari pada 100 mitsqal dari barang yang haram, atau sedekah yang kamu berikan sebelum mati itu lebih utama daripada 100 mitsqal yang diberikan setelah matimu. Allah SWT berfirman :

إِ“Pada hari manusia apa yang telah diperbuat oleh kedua tanganya”) (QS an Naba 40).

Maksudnya, manusia di hari pembalasan akan melihat amal-amal yang telah dikerjakannya selama hidup di dunia. Bila seseorang senang bersedekah selama hidup di dunia maka pahala sedekahnya akan diperoleh ketika di hari pembalasan.

Ketiga, sedekah membuat bahagia orang meninggal.

“Wahai Ali, bersedekah lah engkau untuk orang-orang yang telah mati. Maka sesungguhnya Allah SWT memerintahkan para malaikat untuk menyampaikan sedekahnya orang yang hidup kepada orang-orang yang telah mati. Sehingga orang-orang yang telah mati itu bahagia, bahkan lebih bahagia daripada ketika di dunia. Dan orang-orang yang mati itu berdoa:

Ya Allah ampunilah untuk orang yang menerangi kubur kami. Dan berikanlah kebahagiaan padanya dengan surga seperti dia telah membahagiakan kami dengan sedekahnya.”

Keterangan ini sekaligus menjadi penguat bahwa bersedekah dengan niat agar pahala sedekahnya untuk orang yang meninggal merupakan kesunahan yang diajarkan Rasulullah SAW.

Sebab itu tidak perlu mempertentangkan bila ada orang-orang yang bersedekah ke masjid, ke panti yatim piatu atau lainnya dengan tujuan agar pahala sedekahnya untuk anggota keluarganya yang telah meninggal.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *