Pondok Sedekah – “Rasulullah SAW telah memfardhukan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor dan juga sebagai makanan untuk orang-orang miskin. Barangsiapa menunaikan zakat fitrah itu sebelum shalat [Idul Fitri] maka itu zakat yang diterima. Dan barangsiapa menunaikan zakat fitrah itu setelah shalat [Idul Fitri] maka itu satu shaqadah dari shadaqah-shadaqah.” (HR Abu Dawud, no 1609; Ibnu Majah, Ad-Daruquthni, dan Al-Baihaqi. Juga diriwayatkan dan disahihkan oleh Al-Hakim (1/409), dan disetujui oleh Adz-Dzahabi). (Lihat Mahmud Abdul Lathif Uwaidhah, Al-Jami’ Li Ahkam Ash-Shiyam, hal. 317; Imam Ash-Shan’ani, Subulus Salam, 2/139)

Membaca judul dan hadits Nabi Riwayat Abu Dawud di atas membuat kita berpikir ternyata zakat fitrah tidak bisa digantikan pahalanya jika waktunya telah habis sesuai yang telah ditentukan.

Lalu mengapa zakat fitrah ini begitu terbatas waktunya? Sehingga jika orang yang belum menunaikan zakat fitrah lalu ia menunaikannya setelah shalat idul fitri maka pahalanya hanya dinilai sebagai sedekah dari sedekah-sedekah lainnya.

Hal ini agar orang-orang yang berhak menerima zakat fitrah sebelum idul fitri telah memastikan bahwa mereka sudah ada makanan untuk dimakan saat hari raya, dan memastikan mereka tidak meminta nantinya pada disaat orang-orang berbahagia nantinya.

Atau minimal mereka dapat merasakan kenikmatan untuk bisa makan yang nikmat di hari raya Idul Fitri. Tapi, tentu saja hukum Syar’i tidak semudah itu menejelaskannya, apa yang Allah telah tetapkan maka akan menjadi sebuah hukum serta memberikan kemaslahatan dan menghindari kemudharatan.

Zakat Fitrah yang kita tunaikan sebelum idul fitri akan menjadikan penerima zakat fitrah (golongan orang-orang miskin dan dhuafa – hanya dua asnaf ini yang berhak menerima zakat fitrah) agar dapat memenuhi kebutuhan makanan saat idul fitri nantinya. Karena pada hari itu kita tidak berpuasa.

Berikut hal yang selalu dilakukan oleh para ulama dalam menunaikan zakat fitrahnya :

“Abdullah bin ‘Umar memberikan zakat fitrah atas apa yang menjadi tanggungannya dua atau tiga hari sebelum hari raya Idul Fitri.” (HR. Malik dalam Muwatho’nya no. 629, 1: 285).

Dan seperti yang disebutkan dalam Shahih Bukhari :

“Dan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma memberikan zakat fitri kepada orang-orang yang berhak menerimanya dan dia mengeluarkan zakatnya itu sehari atau dua hari sebelum hari Raya ‘Idul Fitri.” (HR. Bukhari no. 1511).

Inilah waktu terbaik untuk kita menunaikan Zakat Fitrah jangan sampai kita terlupa dan meninggalkan amalan wajib ini. Jadi selamat menunaikan zakat fitrah Sahabat Peduli.

Baca pula : Cara Menunaikan Zakat Fitrah
—————————————————
More Information :
SMS & WA : 081212 – 042425
Telephone : 021 – 296 20 545

Untuk Donasi Zakat Fitrah silahkan “TRANSFER” via :
Mandiri Syariah 7033 952 672 an Yayasan Pesantren Entrepreneur Indonesia
Kode Transfer : 500 ex (Rp 1.000.500) Konfirmasi di : 081212-042425

Office : Rukan Emerald Blok UF 08 Summarecon Bekasi
Fanspage Facebook : Pondok Sedekah (@pondoksedekah.id)
Instagram : @pondoksedekah
Youtube Channel : pondok sedekah
www.pondoksedekah.org

#RamadhanuntukKemanusiaan

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *