zakat

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. At-Taubah:60)”

Pondok Sedekah – waktu terus berjalan, hari berganti dan hari ini kita jumpai lagi dengan rizki yang Allah berikan kepada kita, melalui berbagai macam cara – Nya yang kita tak bisa menebaknya.

Bisa melalui gaji, kesuksesan bisnis, perdagangan, pertanian atau hal apa pun bahkan yang kita tidak pernah membayangkanya.

Rizki Allah banyak bentuknya tak melulu uang, meski uang juga merupakan bagian dari Rizki Allah. Tapi Rizki banyak caranya ia akan datang kepada kita, tak bisa dihalangi, tak bisa dicegah, meskipun oleh ribuan orang atau seluruh orang di dunia ini, saat Allah telah menuliskan takdir – Nya untuk kita maka hal itu akan sampai juga kepada kita.

Begitu juga dengan sebuah takdir yang Allah ingin tuliskan, jika Allah hendak mengambilnya maka tak akan ada yang bisa menghalanginya pula, semua yang Allah akan ambil maka akan kembali pula semua hal tersebut pada-Nya.

Diberikannya rizki tidak melulu soal uang saja, tapi minimnya pengeluaran setiap bulan juga bisa menjadi sebuah rizki bagi kita. Pernahkah kita berpikir saat gaji kita belum juga naik, namun saat itu keluarga kita ada yang tertimpa bencana dan kita harus mengeluarkan jauh lebih besar pengeluaran dari gaji yang kita miliki?

Mari kita berpikir, ini berarti adalah sebuah pendapatan yang akhirnya minus, karena pendapatan kita hanya numpang lewat dan kita malah harus menambah pengeluaran yang entah darimana sumbernya bukan?

Itulah rizki, karena rizki tidak sama dengan gaji, semua adalah hak preogatif Allah memberikannya kepada siapa saja dan mengambilnya kapan saja.

Lalu jika Allah telah menitipkan rizkinya yang luas tersebut melalui kita, apakah kita akan menunaikan zakat sebagai kewajiban dari rizki yang telah Allah berikan tersebut? Sekarang semua ada di tangan kita, kita ingin menahannya atau mengeluarkanya.

Ingin kita yang mengeluarkan zakatnya atau Allah yang akan mengambil kembali harta yang dititipan tersebut sesuai dengan keinginan Allah?

Padahal keutamaan yang kita dapatkan dari membayar zakat begitu banyaknya, mulai dari keberkahan, kenikmatan dan segala hal yang berupa kebaikan akan kembali pula kepada kita dari rizki yang Allah titipkan tersebut.

Dan Allah tidak membutuhkan itu kecuali kita yang memang berharap Allah memberikan yang terbaik kepada kita sebagai hamba – Nya, mari tunaikan zakat, agar Allah memberikan keberkahan yang bisa kita tuai nantinya.

Rasullullah SAW bersabda, ”Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah.
Dan obatilah penyakitmu dengan sedekah.”

—————————————————
More Information :
SMS & WA : 081212 – 042425
Telephone : 021 – 296 20 545

Untuk Zakat silahkan “TRANSFER” via :
Mandiri Syariah 7033 952 672 an Yayasan Pesantren Entrepreneur Indonesia
Kode Transfer : 100 ex (Rp 1.000.100) Konfirmasi di : 081212-042425

Office : Rukan Emerald Blok UF 08 Summarecon Bekasi
Fanspage Facebook : Pondok Sedekah (@pondoksedekah.id)
Instagram : @pondoksedekah
Youtube Channel : pondok sedekah

www.pondoksedekah.org
Let’s Share Humanity

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *